Rabu, 17 Agustus 2011

Mengedit Foto Dengan Beragam Pose secara Online

Cara edit foto telah anda ketikkan di google search, dan anda diberikan pilihan teratas dengan link disini,  bukan salah saya tapi googlelah yang membuat demikian. Beberapa waktu lalu memang saya sempat memposting artikel Cara Mudah Mengedit Gambar/ Foto Secara Online, meskipun bukan hal yang baru bagi peselancar fi dunya maiyya namun bagi sebagian teman yang lain mungkin hal ini bermanfaat. Selain permintaan seorang pengunjung, maka berikut tentang editing foto dengan banyak  pose  pilihan. S
Namun saya hanya sekedar mengajak anda untuk menggunakan fasilitas edit foto yang disediakan oleh blog fotofunia http://www.photofunia.com bisa klik disini, cukup memudahkan anda yang ingin bergaya dengan berbagai pose yang mewakili suasana tertentu. Anda tinggal mencari foto pribadi yang cocok dengan pose yang disiapkan.
Persiapan sebelumnya tentu anda harus menyiapkan beberapa pilihan foto pribadi, besar ataupun kecil, close up atau hasil cropping, menghadap kanan atau kiri, lagi senyum atau meringis, dst. Setelah bahan siap maka selanjutnya silahkan anda ukrek-ukrek sepuasnya, heheheh.
Cara mengedit foto, setelah anda kunjungi blognya maka anda langsung bisa memilih salah satu foto yang mau anda ganti dengan wajah anda. Selanjutnya anda klik browse untuk mencari file foto yang anda mau masukkan, tunggu beberapa saat untuk prosesnya, sudah jadi. Mudah bukan?.
Untuk cara edit foto yang lainnya misalnya menggunakan photoshop dan fasilitas lainnya insyaallah akan saya posting dikemudian hari. Kalau anda belum bisa menemukan yang sesuai keinginan diartikel ini saya harap jangan marah, he..he. Terima kasih yang tulus saja saya ucapkan.
Meskipun pilihan yang tersedia ada yang khusus untuk cewek namun beberapa pilahan bagus juga untuk cowok, Thanks ya, met mencoba

Vokalis Armada: 17 Agustus Sekadar Formalitas

By ZonaSelebriti.com
arief syank ka2 armada
arief syank ka2 armada
Rizal, vokalis Armada, menganggap peringatan hari kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus hanya sekadar formalitas semata.
“17 Agustus menurut saya bukan harinya yang seharusnya kita peringati. Kalau harinya itu cuma formalitas doang, sebagai pertanda saja. Tapi ada arti kebebasan dalam hidup kita,” ujar Rizal saat ditemui di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (12/8/2011).
Menurut Rizal, yang seharusnya diperingati adalah kualitas hidup orang yang telah merasa merdeka dan tidak merasa terkekang oleh apapun.
“Yang paling harus diperingati adalah kualitas hidup kita apakah kita benar telah merdeka di negara ini atau cuma merdeka dari penjajahan saja, tapi di kehidupan kita masih terkekang,” tegasnya.
Pelantun Mau Dibawa Kemana itu juga menganggap sudah banyak perubahan terjadi di masyarakat dalam merayakan hari kemerdekaan Indonesia. Saat ini, kata Rizal, orang sekarang lebih suka berada di mal ketimbang merayakan hari kemerdekaan.
“Kalau sekarang, 17 Agustus hanya meriah di kampung saja. Di daerah perumahan elite sudah enggak ada. Sekarang mungkin 17 Agustus pada lebih milih pergi ke mal. Kalau zaman kecil saya, 17 Agustus terasa meriah karena banyak kegiatan, permainan. Kalau sekarang sudah banyak anak kecil yang bermain teknologi,” paparnya.
sumber :o kezone Rama Narada Putra

Marc Anthony's jealousy could lead to the breakup with Jennifer Lopez.

Marc Anthony's jealousy could lead to the breakup with Jennifer Lopez. As the days go by get to know some of the causes of the separation of Jennifer Lopez and Marc Anthony . After many rumors and speculations that talked about a relationship between the singer and William Levy (remember that both have been co-stars in the last movie of Jlo and some of the images from the film might well seem real), which could have been caused the rupture between the two stars Puerto Rican, now blame the jealousy of Marc Anthony as the main reason for divorce. And, according to sources diverdad, Marc controlled his wife to the absolute limits, from outings, tours and concerts to the clothes that Jennifer Lopez should look to their public acts. Us Weekly declared that when Jennifer was chosen as icon of the...

Pertanyaan Umum

Pertanyaan Umum

Pertanyaan Umum

Pertanyaan Umum

6 Pengibar Bendera RMS Dapat Remisi HUT RI

Kediri - Enam pelaku pengibaran bendera Republik Maluku Selatan (RMS) yang tengah menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kediri mendapat potongan masa tahanan (remisi) 3 bulan pada HUT RI ke-66.

Mereka adalah Stevi Saiya warga maluku Selatan, Isak Saimina, Yesaya Karnite, Navis Adolp, Fenti Sapulete dan Raymond Tua Patintya kesemuanya warga Ambon. Keenam terpidana ini tetap mendapat remisi meski SK izin Dirjend Kemasyarakatan belum turun.

"Remisi merupakan hak setiap warga binaan yang memenuhi persyaratan. Terkait kendala administrasi kami tidak mempermasalahkannya," kata Rohmad, pelaksana harian Kasi Pembinaan dan Pendidikan Lapas Kelas 2 Kediri kepada detiksurabaya.com, Rabu (17/8/2011).

Menurut Rohmad, dari 6 napi, lima orang mendapat remisi 3 bulan. Sedangkan
Fenti sapulete hanya mendapat remisi 2 bulan, karena baru pertama kali.

Di Lapas kelas 2A Kediri, total 341 narapidana mendapt remisi pada hari kemerdekaan ini. Pemberian remisi secara simbolis dilakukan oleh Walikota Kediri Samsul Azhar di aula lapas. Dalam acara tersebut, sebagian dari narapidana menyambut hari kemerdekaan dengan menggelar festival band di dalam lapas.
Hartono - detikSurabaya


(bdh/bdh)

Bolu Pandan Wijen Hitam Odilia Winneke

Surabaya - Kue yang satu ini aromanya wangi semerbak. Rasanya legit dengan aksen gurih biji wijen hitam. Karena mudah dibuat, bisa dicoba buat sajian berbuka nanti sore!

Bahan:
5 butir telur ayam
125 g gula pasir
2 sdm mentega, lelehkan
1 sdt pasta pandan
1 sdm biji wijen hitam
Ayak jadi satu:
125 g tepung terigu
½ sdt vanili

Cara membuat:




  • Kocok telur dan gula pasir hingga kental.
  • Tambahkan mentega leleh berselingan dengan campuran terigu sambil aduk rata.
  • Tambahkan pasta pandan, aduk rata.
  • Siapkan mangkuk-mangkuk kertas.
  • Masukkan ke dalam cetakan bolu kukus atau cetakan muffin.
  • Tuang adonan hingga hampir penuh.
  • Taburi biji wijen hitam permukaannya.
  • Panggang dalam oven panas 180 C selama 30 menit hingga mengembang dan permukaannya kering.
  • Angkat, dinginkan

Untuk 12 buah

(Odi/bdh)

Tugu Tempat Gugurnya Pejuang 45 di Banyuwangi Dipenuhi Sampah

Banyuwangi - Biasanya, memasuki bulan Agustus, ornamen merah putih seolah wajib ditonjolkan. Khususnya di gedung pemerintahan, jalan raya, dan tempat yang memiliki sejarah dengan masa perjuangan kemerdekaan. Pemandangan kontras justru terlihat di tempat bersejarah di Dusun Gunungsari Desa/Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi.

Tugu peringatan untuk mengenang gugurnya Pak Kusno, pejuang kemerdekaan 45, dalam kondisi tak terawat. Tugu berbentuk bambu runcing itu kusam tak bercat. Di lokasi banyak terlihat sampah plastik berserakan. Sepertinya lokasi bersejarah tersebut lama dijadikan pembuangan sampah.

"Padahal disitulah Pak Kusno gugur ditembak Londo (Belanda, red) saat berjuang," kata Sukani (42), yang rumahnya sekitar 100 meter dari Tugu Pak Kusno, saat ditemui detiksurabaya.com di rumahnya, Rabu (17/8/2011).

Selain tugu, papan nama yang berdiri dibekas pos gerilya Pak Kusno juga tidak terawat. Di atas tanah bekas pos gerilya kini berdiri rumah Sukani. Sukani menjelaskan, papan nama itu berisi tulisan yang menjelaskan perihal sejarah tanah yang dimaksud.

Seingatnya, papan itu dipasang pada 2 Mei 1984. Sejak dipasang, hingga kini papan nama itu tak pernah tersentuh perawatan dari pihak terkait. Akibatnya, seluruh papan berkarat dan tulisannya tak lagi dapat terbaca jelas.

"Disini dulu sekali pernah dibuat upacara tujuhbelasan," kenang Sukani, yang mengaku ikut dalam upacara yang dimaksudnya.

Sebenarnya, pria berpawakan kurus ini pernah akan mengganti papan nama itu. Tetapi ia takut dianggap melangkahi wewenang pemerintah. Disisi lain ia merasa tak nyaman. Karena bisa dianggap dirinyalah yang tidak merawat papan nama tersebut.

"Apalagi saya yang ketempatan papan nama itu. Dibiarkan begitu juga tidak pantas dilihat," katanya, sembari berharap papan nama tersebut segera ada penggantinya.

Pak Kusno adalah pejuang kemerdekaan dimasa imperialis Belanda. Beliau bersama sejumlah rekannya melakukan perang gerilya. Pos gerilyanya berada dikaki bukit Gunungsari. Tak jauh dari situ, ada bekas bangunan yang disebut warga setempat reruntuhan markas Belanda.

Pak Kusno gugur setelah berupaya menyelamatkan diri saat posnya digempur Belanda. Beliau ditembak dilokasi dimana tugu peringatannya kini berdiri, ditepi jalan raya Bangorejo, Gunungsari.
(bdh/bdh)
http://surabaya.detik.com